Selasa, 16 Oktober 2018

CASH FLOW

CASH FLOW

1. Pengertian Cash Flow

Laporan cash flow atau disebut laporan arus kas adalah laporan keuangan yang isinya tentang penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada waktu periode tertentu. Dengan adanya laporan cash flow ini kita akan bisa mengetahui tentang keuangan dari perusahaan apakah sedang untung ataukah rugi.



Untuk bisa membuat laporan cash flow membutuhkan semua catatan tentang penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam periode tertentu. Arus kas yang keluar adalah yang termasuk semua beban-beban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Di akhir laporan cash flow, manajemen bisa menilai posisi keuangan perusahaan, apakah ada keuntungan atau minus. 

MENURUT PENDAPAT AHLI
a. Kashmir dan Jakfar (2012 : )
Uang keluar merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode, baik yang langsung berhubungan dengan usaha yang dijalankan, maupun yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan usaha utama.

b.Henry Simamora (1999 : )
Yaitu laporan yang memperlihatkan bagaimana aktivitas-aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan bank yang mempengaruhi kas selama suatu periode akuntansi.

c. Menurut PSAK No.2 paragraf 04 (IAI:2009)
Laporan arus kas disusun  dengan tujuan untuk memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna  untuk mengevaluasi perubahan dalam asset bersih perusahaan,  struktur keuangan  (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta  waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang

d. Brigham dan Houston (2001)
Arus Kas adalah arus kas masuk operasi dengan pengeluaran yang dibutuhkan untuk mempertahankan arus kas operasi dimasa mendatang

Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).

2. Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).

3. Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.

4. Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

5. Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya.

6. Langkah-Langkah Penyusunan

Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

METODA CASH FLOW

Pengelolaan akuntansi keuangan dengan metoda cash flow (aliran kas) merupakan pendekatan pengelolaan keuangan yang praktikal dan sesuai untuk unit usaha kecil yang pola pengelolaan keuangannnya masih sederhana. Pengertian cash flow adalah aliran kas perusahaan yang secara riil diterima dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan operasi, pendanaan, dan investasi. Aliran kas yang masuk ke perusahaan disebut dengan cash in flow, sedangkan aliran kas yang keluar dari perusahaan dinamai cash out flow.

1. Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional)
Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan biaya overhead pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.

2. Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan)

Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.

    Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi), pencatatannya dalam perioda bulanan atau bahkan tahunan, bukan harian.

3. Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi)

Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi.

Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian, maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.


Setelah anda melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan, berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). Masing-masing laporan aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan Aliran Kas Operasional, Laporan Aliran Kas Pen-danaan, dan Laporan Aliran Kas Investasi. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada pencatatan keuangan usaha kecil.

Mengingat bahwa metoda ini, sesuai dengan namanya Metoda Cash Flow (arus kas tunai), maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya (jumlah uang tunai sesungguhnya). Namun demikian, metoda ini juga memiliki kelemahan.

Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: Piutang dan Hutang .
Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:

1. Cash In Flow
Pada bagian ini mengidentifikasikan sumber-sumber dana yang akan diterima, jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, pejualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap, dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat yaitu; kontinyu dan intermitan.

2. Cash Out Flow
Pada bagian ini berhubugan dengan mengidentifikasikan semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow mempunyai dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan.

3. Financing (pembiayaan)
Pada bagian ini menunjukkan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.

Pada laporan arus kas juga terdapat beberapa kegiatan (aktivitas) yang dibagi menjadi:

Aktivitas operasi :
·         Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan operasi perusahaan dan tercantum didalam laporan ikhtisar rugi laba.

·         Aliran kas masuk (Cash In Flow)
    a) Dari penjualan barang dan jasa
    b) Dari pendapatan bunga hutang dari pihak lain dan difiden (bunga saham) dari pihak lain

·         Aliran kas keluar (Cash Out Flow)
      a) Pembelian persediaan dari pemasok
      b) Pembayaran gaji/upah karyawan
.     c) Pembayaran pajak
      d) Pembayaran bunga pinjaman
      e) Pembayaran lain-lain pengeluaran

Aktivitas investasi :
·    Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan investasi perusahaan baik internal (dalam bentuk longterm assets) maupun eksternal (investasi di tempat lain)

·         Aliran kas masuk (Cash In Flow)
      a) Dari penjualan harta perusahaan seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan dan lainnya
      b) Dari penjualan jaminan hutang atau jaminan modal pihak lain
      c) Dari pengembalian pokok pinjaman (hutang) dari pihak lain

·         Aliran kas keluar (Cash Out Flow)
      a) Pembelian harta perusahaan seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan dan lainnya
      b) Pembelian jaminan hutang modal dari pihak lain
      c) Memberikan pinjaman atau hutang kepada pihak lain

 Aktivitas keuangan :
·         Seluruh aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan aspek keuangan perusahaan (sumber dana perusahaan) berupa hutang dan modal

·         Aliran kas masuk (Cash In Flow)
      a) Dari penjualan saham perusahaan
      b) Dari pendapatan penjualan obligasi dan surat berharga lainnya

        Aliran kas keluar (Cash Out Flow)
     a) Pembayaran dividen kepada pemegang saham
     b) Pembayaran hutang jangka panjang

Dalam Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. 2 yang dapat dipergunakan perusahaan terdapat dua metode untuk menyajikan laoran arus kas, yaitu
1. Metode Langsung
Metode langsung menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil keputusan.

















2. Metode Tidak Langsung

Penyusunan laporan arus kas dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.
Kedua metode tersebut mendatangkan jumlah sub-total yang sama untuk kegiatan operasi, kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan arus kas bersih selama periode tertentu. Metode tersebut berbeda hanya dalam cara menunjukkan arus kas dari kegiatan operasi.
Penyusunan anggaran kas, menurut Riyanto (1978 : 90), dapat dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut :
1. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana operasional perusahaan. Transaksi-transaksi di sini merupakan transaksi operasi (operating transactions). Pada tahap ini dapat diketahui adanya defisit (kekurangan) kas atau surplus (kelebihan) kas.
2. Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber lainnya yang diperlukan untuk menutup defisit kas. Juga disusun estimasi pembayaran bunga kredit tersebut beserta waktu pembayarannya kembali. Transaksi-transaksi di sini merupakan transaksi finansiil (financial transaction).
3. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansiil. Anggaran kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansiil yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas keseluruhan.
Ada empat langkah dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.


















C. PERHITUNGAN CASH FLOW

Kemampuan untuk mendapatkan keuntungan (profitabilitas) suatu kegitan usaha ditentukan oleh aliran dana (cash flow) yang dapat dihasilkan kegiatan tersebut. Sedangkan profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran dananya. Aliran dana itu sendiri menyatakan jumlah serta saat diterimanya pemasukan tunai (cash income) dan jumlah serta saat dikeluarkaanya biaya tunai (cash cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha.

Aliran dana disusun dengan mempertimbangkan semua elemen pemasukan tunai (cash income) dan semua elemen biaya tunai (cast cost) pada setiap periode selama umur investasi tersebut. Biaya tunai yang dimaksud adalah meliputi semua transaksi baik berupa biaya yang dikeluarkan secara tunai maupun pengeluaran tunai dalam bentuk investasi (meningkatkan aktiva). Pengertian ini diperlukan untuk membedakaanya dengan biaya non-cash (book cost). Yang tidak mempengaruhi nilai tunai dan aktiva perusahaan.sedangkan pemasukan tunai adalah semua pendapatan yang dihasilkan dan dikumpulkan secara tunai atau pendapatan yang meningkatkan rekening tagihan (account receivable)

Dalam menyusun Cash Flow, ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu: Cash Flow disusun dengan basis tunai (Cash Basis). Hal ini berbeda dengan penyusunan Laporan Keuangan yang umumnya menggunakan Accrual Basis. Pada Cash Basis: Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan.Biaya-biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul.Sedangkan pada Accrual Basis, pendapatan dan biaya diakui pada saat kejadian, dan hal tersebut belum tentu sama dengan waktu terjadi perpindahan uang tunai.

Contoh perhitungan :
WAHID memiliki sistem penjualan dan pembelian yang dilakukan secara tunai. Income Statementper akhir tahun adalah sebagai berikut:

Penjualan Bersih                         Rp. 1.000
Harga Pokok Penjualan               Rp. 800  (-)
Laba Kotor                                    Rp. 200
Biaya Operasional
Gaji/Bonus                                      Rp.  50
Lain-lain                                         Rp.  40
Depresiasi                                     Rp.  20  (+)
Rp. 110  (-)
Laba Bersih Operasional               Rp. 90
Pajak Penghasilan 30 %              Rp. 30  (-)
Laba Bersih Setelah Pajak            Rp. 60

Dalam perhitungan Cash Flow, kita tidak memperhitungkan biaya depresiasi sebagai biaya karena depresiasi merupakan biaya non-kas. Dengan demikian, dari perhitungan Rugi/Laba diatas, Cash Flow yang sebenarnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih                              Rp.   60
Depresiasi                                Rp.   40 (+)
Cash flow                                 Rp  100
Cash Flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun, per bulan, bahkan per hari. Tentu saja semakin pendek interval yang dipakai, hasil penyusunan akan memiliki ketepatan yang lebih tinggi. Untuk Bank, umumnya kita menggunakan interval bulanan atau tahunan.
D. TRANSFORMASI KARAKTERISTIK ALTERNATIF PROYEK KE DALAM DIMENSI MONETER

1. Analisa Teknik

Analisis teknikal pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan teknikal, biaya-biaya produksi dari berbagai alternatif dan menilai pemenuhan dan penyediaan kebutuhan-kebutuhan teknikal proyek tersebut pada berbagai alternatif. Berdasarkan analisis ini dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk biaya eksploitasinya.

Analisis teknikal sebaiknya tetap dilakukan meskipun sebuah proyek tidak layak secara teknis. Pada dasarnya analisis teknikal bertujuan untuk menggali informasi mengenai estimasi biaya teknis proyek yang meliputi:

Investasi tetap: meliputi tanah lokasi, bangunan pabrik dan bangunan lainnya, serta mesin dan pemasangannya.Biaya dan pengeluaran produksi: meliputi bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja langsung, biaya pabrik tidak langsung (factory overhead cost).Biaya masa percobaan atau uji coba: misalnya biaya-biaya yang diperkirakan akan terjadi di luar produksi normal selama masa operasi percobaan seperti biaya waktu lembur, pengulangan pekerjaan, kerusakan dan biaya penelitian teknikal.
Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan fasilitas yang dibutuhkan proyek: misalnya fasilitas penunjang, yaitu jalan raya, pelabuhan udara, laut, jalan kereta api, air, listrik, komunikasi dan lain-lain.

Hal-hal tersebut perlu dinilai tidak hanya pada satu lokasi melainkan juga di beberapa alternatif lokasi. Misalnya, suatu industri membutuhkan sejumlah besar bahan bakar yang tersedia di lokasi dengan jumlah dan kualitas tertentu sesuai kebutuhan proyek serta pada biaya yang serendah-rendahnya.
Ada beberapa variabel penting yang harus diperhitungkan perusahaan sebelum menentukan lokasi yang tepat yang dapat meminimumkan biaya untuk proyek tersebut antara lain adalah ketersediaan bahan mentah, letak pasar yang dituju, sumber energi, supply tenaga kerja, fasilitas transportasi, iklim dan keadaan tanah, adat istiadat masyarakat setempat serta rencana perusahaan di masa depan. Dengan memperhitungkan semua variabel tersebut diharapkan perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat sehingga dapat meminimumkan biaya baik biaya investasi maupun biaya eksploitasi.

3. Metode Untuk Menentukan Besarnya Skala Produksi

Pertimbangan penting yang perlu dilakukan karena akan sangat mempengaruhi kelayakan teknis dari perencanaan proyek baru adalah penentuan luas produksi yang tepat. Seberapa besar skala operasi yang harus ditetapkan untuk mencapai suatu tingkatan skala ekonomis.
Secara sederhana, luas produksi ditentukan oleh kemungkinan pangsa pasar (market share) yang dapat diraih yaitu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dari peralatan yang dimiliki. Pendekatan ini lebih sering digunakan dalam praktik penyusunan studi kelayakan dengan memperhatikan pendapat manajemen.
Dalam teori manajemen produksi terdapat beberapa metode untuk menentukan luas produksi optimal, yaitu:

(a) Pendekatan konsep biaya marjinal (marginal cost) dan pendapatan marjinal (marginal revenue),
(b) Pendekatan titik impas (Break Even Point) dan
(c) Metode program linier (linear programming). Semua metode tersebut dapat Anda dalami pada pembahasan secara khusus tentang manajemen proyek.

Ketelitian dan usaha yang dilakukan untuk melaksanakan analisis teknikal tergantung pada jenis proyek, teknologi yang dipakai, kompleksitas produk yang dihasilkan, alternatif teknikal yang dipergunakan (misalnya, proses produksi, bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya) serta ketelitian dalam memperkirakan biaya yang akan terjadi. Semakin baru jenis produk yang dihasilkan, semakin canggih dan rumit teknologi yang dipakai, semakin langka alternatif teknikal yang dipergunakan, maka semakin keras dan teliti pula usaha yang harus dilakukan untuk membuat analisis teknikal.

Selain faktor-faktor yang mempengaruhi kedalaman analisis teknikal tersebut, perlu diketahui pula risiko ketidaktelitian dan ketidaktepatan dalam melakukan analisis teknikal. Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam analisis teknikal, misalnya kurang teliti dalam melakukan analisis pendahuluan mengenai kebutuhan-kebutuhan teknologi, kegagalan dalam menilai alternatif teknikal dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain seperti penanganan bahan baku, kebutuhan persediaan, pemeliharaan dan fasilitas sosial untuk para pekerja.

Kurang telitinya analisis teknikal, mengakibatkan terjadinya masalah kekurangan keuangan. Akibat lebih lanjut adalah kemungkinan proyek gagal dalam jangka panjang. Misalnya, proyek gagal mencapai kapasitas produksi yang direncanakan karena ternyata teknologi yang digunakan sudah ketinggalan zaman sehingga produk tidak bisa bersaing baik dari segi harga maupun mutunya, atau karena tidak memikirkan pemeliharaan, proyek akhirnya harus mati sebelum waktu yang direncanakan.

Ketidaktelitian dalam melakukan analisis teknikal juga bisa menghasilkan kesalahan dalam memperkirakan biaya proyek baik yang menyangkut biaya tetapnya maupun modal kerja. Selain itu bisa pula terjadi penyimpangan perkiraan biaya masa operasi percobaan dan biaya produksi dari kenyataan.

Karena itu analisis teknikal yang baik harus dilakukan untuk membuktikan bahwa secara teknikal proyek layak dikerjakan dan hal tersebut selanjutnya dapat mendukung kelayakan proyek secara ekonomi.


DAFTAR PUSTAKA
·   Zaki Baridwan,2000, Intermediate Accounting, Edisi kesembilan, BFEE, Yogyakarta
·        Safyan Syafri Harahap,2002 Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan,
·        PT. Grafindo Persada, Jakarta 2002
·        Indriyono Gitosudarmo dan Basri,2002 Manajemen Keuangan,cetakan
·        pertama, edisi keempat, BFEE Yogyakarta                         
·        S. Munawir, 2004, Analisa laporan Keuangan,Penerbit Liberty, Edisi, ketujuh, Yogyakarta 2004
·       http://ahmadfajarulilabshor.blogspot.com/2018/10/artikel-cash-flow.html
'        https://sleekr.co/blog/contoh-cash-flow-mudah-laporan-arus-kas/

Selasa, 08 Mei 2018

KONSTRUKSI ALAT UKUR ANALOG DAN DIGITAL

Alat Ukur
  Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal dan sampai saat ini masih digunakan. Bagiannya banyak komponen listrik dan mekanik yang saling berhubungan. Bagian listrik yang penting adalah, magnet permanen, tahanan meter, dan kumparan putar. Bagian mekanik meliputi jarum penunjuk, skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk

Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik,arus listrik,dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum. Sedangakan pada pengembangannya multimeter masih bisah digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengkur temperature, induktansi, frenkuensi dan sebagainy`. Ada juga orang menyembut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (Amper), V (Volt), dan(Ohm). 
Konstruksi multimeter analog dasar dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yaitu: Jaringan Pengukuran, Rangkaian Penguat, dan Penggerak Meter Analog.
Cara Pengukuran Menggunakan Multimeter
1. Mengukur Tegangan dengan Voltmeter
2. Mengukur Arus dengan Amperemeter
3
3. Mengukur Resistansi dengan Ohm-meter
4
Alat Ukur Digital

Alat ukur digital adalah alat ukur yang menunjukan besaran yang diukur dalam bentuk angka. Dengan alat ukur digital kesalahan pembacaan dihilangkan oleh penunjukan langsung dengan angka dari besaran yang diukur, dan titik desimal ditunjukan pula secara langsung untuk memudahkan pengukuran.

Multimeter Digital
Image result for multimeter digitalMultimeter adalah gabungan dari beberapa alat ukur elektronik yang dikemas dalam satu kemasan. Pada umumnya setiap “multimeter” minimal memiliki 3 fungsi ukur yaitu sebagai alat ukur arus (Ampere Meter), alat ukur tegangan (Volt Meter) dan alaut ukur resistansi (Ohm Meter). Karena 3 fungsi ukur tersebut selalu dimiliki oleh multimeter / multitester maka sering juga disebut sebagai AVO meter. Akan tetapi sesuai perkembangan teknologi maka multimeter pada saat ini ada yang telah memiliki fungsi lain sebagai alut ukur kapasitansi kapasitor, sebagai alat ukur frekuensi dan sebagai alat ukur faktor penguatan transistor. Multimeter digital atau sering juga disebut sebagai digital multitester sama merupakan jenis multimeter yang talah menggunakan display digital sebagai penampil hasil ukurnya. Hasil ukur yang ditampilkan pada multitester digital merupakan hasil yang telah sesuai, sehingga tidak perlu dilakukan lagi perhitungan antara hasil ukur dan batas ukur.
Pengukuran arus dan tegangan dengan multimeter
1.      Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan.
2.      Sambungkan meter, yakinlah sambungan pada sisi yang benar.
Pengukuran resistansi dengan Digital Multimeter
1.    Letakkan jangkah ukur lebih besar dari yang ada. Perhatikan penampil menunjukan “off dari skala” (biasanya kososng atau 1 pada sisi kiri).
2.    Lebih besar dari yang ada Sentuhkan ujung pengukur meter bersama dan periksa apakah terbaca nol, jika tidak nol, putar saklar ‘set zero’ jika tidak coba lagi.
3.    Letakkan ujung penduga ke komponen. Jauhi sentuhan lebih dari satu sambungan pada waktu yang sama atau anda akan dapatkan kenaikan pembacaan.
Penyebab Multimeter Rusak
  • Terjatuh dsb sehingga terkena banyakgoncangan.
  • Kesalahan dalam penggunaan seperti salah memutar saklar selektor saat mengukur tegangan tinggi, posisi probe yang terbalik saat pengukuran, atau terlalu cepat memutar selektor. 
  • Terkena air 


DAFTAR PUSTAKA

http://www.hoo-tronik.com/2015/08/cara-memperbaiki-multimeter-yang-rusak.html

Selasa, 24 April 2018

RUMAH ADA DI 34 PROVINSI INDONESIA


1. Rumah Adat dan Asalnya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam | Rumah Krong Bade


Rumah Adat Aceh Krong Bade
dimensitugas.blogspot.com
Rumah adat krong bade merupakan rumah adat provinsi Aceh. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan rumoh aceh.
Ciri khas rumah krong bade adalah mempunyai tangga didepan rumah yang digunakan sebagai jalan masuk kedalam rumah. Pada umumnya rumah ini mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil.
Rumah adat krong bade mempunyai bentuk persegi panjang dan dibuat memanjang dari arah timur ke barat. Dinding rumah terbuat dari kayu dan dihiasi dengan lukisan. Atap rumah adat krong bade terbuat dari daun rumbia serta lantainya terbuat dari bambu atau enau.

2. Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara | Rumah Bolon


Rumah Adat Sumatera Utara Rumah Bolonpecintawisata.wordpress.com
Rumah adat bolon merupakan rumah adat provinsi Sumatera Utara. Rumah bolon terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Angkola dan rumah Bolon Pakpak.
Ciri khas rumah bolon adalah bentuknya panggung yang terdiri dari beberapa tiang bergaris tengah yang menjadi penyanggahnya. Dinding rumah bolon dihiasi dengan ornamen khas Simalungun yang berwarna merah, putih, dan hitam. Ornamen ini menggambarkan pendangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.

3. Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat | Rumah Gadang


Rumah Adat Sumatera Barat Rumah Gadangyasminmochtar.wordpress.com
Rumah adat gadang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Nama lain dari rumah adat gadang adalah rumah bagonjong, rumah baanjuang, dan rumah godang.
Ciri khas rumah gadang adalah mempunyai keunikan dalam bentuk arsitekturnya dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau yang terbuat dari bahan ijuk.
Rumah ini berfungsi sebagai tempat kediaman keluarga, tempat merawat anggota keluarga yang sakit, tempat melakasanakan upacara, dan sebagai lambang kehadiran suatu kaum.

4. Rumah Adat Provinsi Riau | Rumah Melayu Selaso


Rumah Adat Riau Rumah Selaso Jatuh Kembargraphicdesignpictures.com
Rumah adat melayu selaso merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.

5. Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau | Rumah Selaso Jatuh Kembar


Rumah Adat Riau Rumah Selaso Jatuh Kembargraphicdesignpictures.com
Rumah adat melayu selaso jatuh kembar merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Kepulauan Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.

6. Rumah Adat Provinsi Jambi | Rumah Panjang


Rumah Adat Jambi Rumah Panjanggraphicdesignpictures.com
Rumah adat panjang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jambi.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya yang panjang. Selain itu rumah adat ini memiliki corak yang sangat khas. Di Jambi, rumah adat ini hampir punah. Banyak masyarakat yang lebih memilih rumah modern dari pada rumah panjang ini.

7. Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan | Rumah Limas


Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Llimasbudaya-indonesia.org
Rumah adat limas merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk limas. Selain itu, rumah limas juga mempunyai lantai yang bertingkat-tingkat yang disebut sebagai Bengkilas dan hanya digunakan untuk acara-acara penting keluarga saja.

8. Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung | Rumah Rakit, Rumah Limas


Rumah Adat Bangka Belitung Rumah Rakitwww.fotopalembang.com
Rumah rakit merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka Belitung. Rumah rakit ini juga sangat populer di Kota Palembang.
Ciri khas rumah rakit ini adalah dibangun diatas sungai dan mirip seperti rakit. Dibangun diatas sungai karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber mata pencaharian dan sumber makanan bagi masyarakat.

9. Rumah Adat Provinsi Bengkulu | Rumah Bubungan Lima


Rumah Adat Bengkulu Rumah Rakyatwww.cendananews.com
Rumah adat bubungan lima merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bengkulu.
Ciri khas rumah ini mempunyai model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Kayu yang digunakan untuk membangun rumah ini juga tidak sembarangan. Kayu yang digunakan adalah Kayu Medang Kemuning.

10. Rumah Adat Provinsi Lampung | Rumah Nowou Sesat


Rumah Adat Lampung Nuwo Sesatwww.tradisikita.my.id
Rumah adat nowou sesat merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Lampung.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya seperti panggung dan terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan. Pada umumnya rumah adat ini memiliki ukuran yang sangat besar, tapi pada zaman sekarang ukuran rumah adat ini dibuat tidak terlalu besar.

11. Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta | Rumah Kebaya

Rumah Adat DKI Jakarta Rumah Kebayastickraft.blogspot.com
Rumah adat kebaya merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi DKI Jakarta.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila di lihat dari samping maka akan terlihat seperti lipatan-lipatan seperti lipatan kebaya. Selain itu rumah ini juga memiliki corak ornamen khas suku betawi.

12. Rumah Adat Provinsi Jawa Barat | Rumah Kasepuhan Cirebon


Rumah Adat Jawa Barat Rumah Kesultanan Cirebonmeandyouculture.blogspot.com
Rumah adat Kasepuhan Cirebon merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Rumah ini juga merupakan bagian dari keraton Cirebon. Walaupun usia bangunan ini sudah sangat tua, akan tetapi bangunan ini masih tetap terawat sampai sekarang.

13. Rumah Adat Provinsi Banten | Rumah Badui


Rumah Adat Banten Rumah Baduiwww.pinterest.com
Rumah Badui merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Banten.
Ciri khas rumah badui adalah bentuknya yang menyerupai panggung dan hampir seluruh bagian rumah terbuat dari bahan bambu. Rumah adat ini juga terkenal dengan kesederhanaan.

14. Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah | Rumah Joglo


Rumah Adat Jawa Tengah Rumah Joglowww.wovgo.com
Rumah adat joglo merupakan rumah adat masyarakat Jawa. Rumah adat ini terdiri dari beberapa ruangan di dalamnya. Di depan rumah terdapat pendopo yang berfungsi sebagai ruang tamu.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen budaya suku Jawa yang terletak pada bagian-bagian sisi rumahnya.

15. Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta | Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo


Rumah Adat Yogyakarta Rumah Joglojasapengetikancibinong.blogspot.com
Rumah bangsal kencono merupakan rumah adat yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada zaman dulu rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja-raja jawa dan para pejabat kerajaan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen yang mengandung filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang merupakan lambang dari pola perilaku manusia, alam semesta dan kehidupan.

16. Rumah Adat Provinsi Jawa Timur | Rumah Joglo Situbondo


Rumah Adat Jawa Timur Rumah Joglosukasosial.blogspot.com
Rumah adat joglo jawa timuran merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi artistik. Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan kebudayaan leluhur terdahulu.

17. Rumah Adat Provinsi Bali | Rumah Gapura Candi Bentar


Rumah Adat Baliwww.anakpintar.web.id
Rumah adat gapura candi bentar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bali.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya menyerupai pura dan memiliki gapura di bagian depan rumah. Rumah adat di Bali sangat kental dengan budaya dan agamanya. Berbeda dengan rumah adat yang lainnya di Indonesia. Rumah adat ini masih sangat mudah untuk ditemukan. Itu artinya masyarakat di Bali sangat menjaga harta kebudayaan yang mereka miliki.

18. Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat | Rumah Istana Sultan Sumbawa


Rumah Adat Nusa Tenggara Baratwisatadirektori.com
Rumah adat dalam loka merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah adat ini dibangun oleh suku-suku asli daerah Nusa Tenggara Barat. Diantaranya adalah Suku Sumbawa, Suku Sasak, Suku Dongu, Suku, Dompu.
Pada zaman dahulu rumah adat ini digunakan sebagai istana raja dan ketua adat. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Barat.

19. Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur | Rumah Musalaki


Rumah Adat Nusa Tenggara Timurpenting.website
Rumah adat musalaki merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat musalaki mempunyai kemiripan dengan rumah adat daerah tetangganya, yaitu Nusa Tenggara Barat.
Ciri khas dari rumah adat ini adalah bentuk dan arsitekturnya menyerupai kerucut. Pada zaman dahulu rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal kepala suku dan pembesar adat saja. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan untuk tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Timur.

20. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat | Rumah Istana Kesultanan Pontianak


Rumah Adat Kalimantan Baratwww.indonesiakaya.com
Rumah adat istana kesultanan pontianak merupakan rumah adat yang berasal dari daerah Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak dan arsitektur Suku Dayak yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah.

21. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah | Rumah Betang


Rumah Adat Kalimantan Tengahwww.flickr.com
Rumah adat betang adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Tengah. Rumah ini secara garus besar mempunyai kemiripan dengan rumah panjang.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai ukuran yang sangat besar dan merupakan rumah adat terbesar kedua di Indonesia. Rumah adat ini mampu menampung 150 orang atau 30-35 keluarga.

22. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan | Rumah Banjar Bubungan Tinggi


Rumah Adat Kalimantan Selatanwww.pinterest.com
Rumah adat bubungan tinggi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan. Rumah ini dibangun oleh suku Dayak Selatan yang merupakan suku asli Kalimantan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai struktur bangunan yang tinggi dan kokoh. Rumah adat bubungan tinggi ini lebih mengutamakan kekokohan bangunan daripada daya tampung bangunannya.

23. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur | Rumah Lamin


Rumah Adat Kalimantan Timurwww.kaskus.co.id
Rumah adat lamin merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Kalimantan, yaitu Suku Daya Timur.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen Suku Dayak Timur yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah. Rumah lamin ini juga merupakan rumah adat terbesar di Indonesia.

24. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara | Rumah Baloy


Rumah Adat Kalimantan Utarafolksofdayak.wordpress.com
Rumah adat baloy merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Utara. Rumah adat baloy terinspirasi dari rumah adat suk tidung yang juga berada di Kalimantan Utara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai arsitektur bangunan yang lebih indah daripada rumat adat lainnya yang ada di Kalimantan. Sehingga rumah adat baloy dijadikan sebagai maskot daerah sekaligus sebagai media menarik wisatawan.

25. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara | Rumah Pewaris


Rumah Adat Sulawesi Utara Rumah Pewaristasik-cyber.blogspot.com
Rumah adat pewaris adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Utara. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Sulawesi Utara, yaitu Suku Minahasa.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk seperti rumah panggung dan memiliki dua tangga pada bagian depan rumahnya. Hampir seluruh bagian rumah ini terbuat dari bahan dasar kayu. Kayu yang digunakan pun bukanlah jenis kayu yang sembarangan.

26. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat | Rumah Mandar


Rumah Adat Sulawesi Barat1000warnaindonesia.blogspot.com
Rumah adat mandar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Barat. Rumah adat ini mempunyai arsitektur bangunan yang mirip dengan bangunan suku bugis dan suku toraja.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki teras yang luas dan mempunyai anak tangga yang jumlahnya ganjil. Selain itu sebagian besar struktur material bangunan berasal dari alam.

27. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah | Rumah Tambi


Rumah Adat Sulawesi Tengahnrmilasari.blogspot.com
Rumah adat tambi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tengah.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk persegi panjang dengan arsitektur rumah panggung. Bahan dasar dalam pembuatan rumah ini menggunakan kayu asli dan juga batu alam. Semakin tinggi dan besar rumah ini maka status sosial sang pemilik semakin tinggi.

28. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara | Rumah Buton Malige


Rumah Adat Sulawesi Tenggarawww.tradisikita.my.id
Rumah adat buton malige merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tenggara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai karakteristik arsitektur yang unik. Rumah adat ini dibangun dengan empat lantai dengan teknik kontruksi kayu kait tanpa pasak dan paku.

29. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan | Rumah Tongkonan


Rumah Adat Sulawesi Selatanwww.tradisikita.my.id
Rumah adat tongkonan merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai bentuk yang unik pada atapnya. Atap rumah ini berbentuk seperti perahu. Selain itu terdapat hiasan tanduk kerbau di bagian depan rumahnya.

30. Rumah Adat Provinsi Gorontalo | Rumah Dulohupa, Rumah Pewaris


Rumah Adat Gorontalowww.panoramio.com
Rumah adat dolohupa merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Gorontalo.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai atap yang sangat berseni dengan struktur bangunan menyerupai rumah panggung. Sebagian besar bahan dasar bangunan ini adalah menggunakan kayu asli.

31. Rumah Adat Provinsi Maluku | Rumah Baileo


Rumah Adat Malukupecintawisata.wordpress.com
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

32. Rumah Adat Provinsi Maluku Utara | Rumah Baileo


Rumah Adat Malukupecintawisata.wordpress.com
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

33. Rumah Adat Provinsi Papua Barat | Rumah Honai


Rumah Adat Papuatasik-cyber.blogspot.com
Rumah adat honai merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Papua. Rumah ini terbuat dari kayu dan ilalang.
Ciri khas rumah adat ini adalah berukuran minimalis dan sempit. Rumah ini juga tidak memiliki jendela dengan tujuan agar rumah tetap hangat mesti suhu diluar sangat dingin. Ini dikarenakan masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan.

34. Rumah Adat Provinsi Papua | Rumah Honai


Rumah Adat dan Asalnya – Rumah adat di Indonesia merupakan peninggalan yang harus kita jaga. Karena di beberapa daerah sangat di sayangkan, rumah adat tradisional ini tidak terawat dengan baik.
Oleh karena itu, sebagai generasi muda kita harus melestarikan dan merawat rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Minimal kita mengetahui nama-nama rumah adat dan tempat asalnya.
Apa nama rumah adat yang ada di daerah mu ? Cari tahu disini !

Kita akan mengupas secara lengkap tentang rumah adat dan asalnya. Berikut ulasannya :

1. Rumah Adat Provinsi Nanggro Aceh Darussalam | Rumah Krong Bade

Rumah Adat Aceh Krong Badedimensitugas.blogspot.com
Rumah adat krong bade merupakan rumah adat provinsi Aceh. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan rumoh aceh.
Ciri khas rumah krong bade adalah mempunyai tangga didepan rumah yang digunakan sebagai jalan masuk kedalam rumah. Pada umumnya rumah ini mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil.
Rumah adat krong bade mempunyai bentuk persegi panjang dan dibuat memanjang dari arah timur ke barat. Dinding rumah terbuat dari kayu dan dihiasi dengan lukisan. Atap rumah adat krong bade terbuat dari daun rumbia serta lantainya terbuat dari bambu atau enau.

2. Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara | Rumah Bolon

Rumah Adat Sumatera Utara Rumah Bolonpecintawisata.wordpress.com
Rumah adat bolon merupakan rumah adat provinsi Sumatera Utara. Rumah bolon terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Angkola dan rumah Bolon Pakpak.
Ciri khas rumah bolon adalah bentuknya panggung yang terdiri dari beberapa tiang bergaris tengah yang menjadi penyanggahnya. Dinding rumah bolon dihiasi dengan ornamen khas Simalungun yang berwarna merah, putih, dan hitam. Ornamen ini menggambarkan pendangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.

3. Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat | Rumah Gadang

Rumah Adat Sumatera Barat Rumah Gadangyasminmochtar.wordpress.com
Rumah adat gadang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Nama lain dari rumah adat gadang adalah rumah bagonjong, rumah baanjuang, dan rumah godang.
Ciri khas rumah gadang adalah mempunyai keunikan dalam bentuk arsitekturnya dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau yang terbuat dari bahan ijuk.
Rumah ini berfungsi sebagai tempat kediaman keluarga, tempat merawat anggota keluarga yang sakit, tempat melakasanakan upacara, dan sebagai lambang kehadiran suatu kaum.

4. Rumah Adat Provinsi Riau | Rumah Melayu Selaso

Rumah Adat Riau Rumah Selaso Jatuh Kembargraphicdesignpictures.com
Rumah adat melayu selaso merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.

5. Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau | Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Adat Riau Rumah Selaso Jatuh Kembargraphicdesignpictures.com
Rumah adat melayu selaso jatuh kembar merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Kepulauan Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.

6. Rumah Adat Provinsi Jambi | Rumah Panjang

Rumah Adat Jambi Rumah Panjanggraphicdesignpictures.com
Rumah adat panjang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jambi.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya yang panjang. Selain itu rumah adat ini memiliki corak yang sangat khas. Di Jambi, rumah adat ini hampir punah. Banyak masyarakat yang lebih memilih rumah modern dari pada rumah panjang ini.

7. Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan | Rumah Limas

Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Llimasbudaya-indonesia.org
Rumah adat limas merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk limas. Selain itu, rumah limas juga mempunyai lantai yang bertingkat-tingkat yang disebut sebagai Bengkilas dan hanya digunakan untuk acara-acara penting keluarga saja.

8. Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung | Rumah Rakit, Rumah Limas

Rumah Adat Bangka Belitung Rumah Rakitwww.fotopalembang.com
Rumah rakit merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka Belitung. Rumah rakit ini juga sangat populer di Kota Palembang.
Ciri khas rumah rakit ini adalah dibangun diatas sungai dan mirip seperti rakit. Dibangun diatas sungai karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber mata pencaharian dan sumber makanan bagi masyarakat.

9. Rumah Adat Provinsi Bengkulu | Rumah Bubungan Lima

Rumah Adat Bengkulu Rumah Rakyatwww.cendananews.com
Rumah adat bubungan lima merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bengkulu.
Ciri khas rumah ini mempunyai model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Kayu yang digunakan untuk membangun rumah ini juga tidak sembarangan. Kayu yang digunakan adalah Kayu Medang Kemuning.

10. Rumah Adat Provinsi Lampung | Rumah Nowou Sesat

Rumah Adat Lampung Nuwo Sesatwww.tradisikita.my.id
Rumah adat nowou sesat merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Lampung.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya seperti panggung dan terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan. Pada umumnya rumah adat ini memiliki ukuran yang sangat besar, tapi pada zaman sekarang ukuran rumah adat ini dibuat tidak terlalu besar.

11. Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta | Rumah Kebaya

Rumah Adat DKI Jakarta Rumah Kebayastickraft.blogspot.com
Rumah adat kebaya merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi DKI Jakarta.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila di lihat dari samping maka akan terlihat seperti lipatan-lipatan seperti lipatan kebaya. Selain itu rumah ini juga memiliki corak ornamen khas suku betawi.

12. Rumah Adat Provinsi Jawa Barat | Rumah Kasepuhan Cirebon

Rumah Adat Jawa Barat Rumah Kesultanan Cirebonmeandyouculture.blogspot.com
Rumah adat Kasepuhan Cirebon merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Rumah ini juga merupakan bagian dari keraton Cirebon. Walaupun usia bangunan ini sudah sangat tua, akan tetapi bangunan ini masih tetap terawat sampai sekarang.

13. Rumah Adat Provinsi Banten | Rumah Badui

Rumah Adat Banten Rumah Baduiwww.pinterest.com
Rumah Badui merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Banten.
Ciri khas rumah badui adalah bentuknya yang menyerupai panggung dan hampir seluruh bagian rumah terbuat dari bahan bambu. Rumah adat ini juga terkenal dengan kesederhanaan.

14. Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah | Rumah Joglo

Rumah Adat Jawa Tengah Rumah Joglowww.wovgo.com
Rumah adat joglo merupakan rumah adat masyarakat Jawa. Rumah adat ini terdiri dari beberapa ruangan di dalamnya. Di depan rumah terdapat pendopo yang berfungsi sebagai ruang tamu.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen budaya suku Jawa yang terletak pada bagian-bagian sisi rumahnya.

15. Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta | Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo

Rumah Adat Yogyakarta Rumah Joglojasapengetikancibinong.blogspot.com
Rumah bangsal kencono merupakan rumah adat yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada zaman dulu rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja-raja jawa dan para pejabat kerajaan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen yang mengandung filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang merupakan lambang dari pola perilaku manusia, alam semesta dan kehidupan.

16. Rumah Adat Provinsi Jawa Timur | Rumah Joglo Situbondo

Rumah Adat Jawa Timur Rumah Joglosukasosial.blogspot.com
Rumah adat joglo jawa timuran merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi artistik. Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan kebudayaan leluhur terdahulu.

17. Rumah Adat Provinsi Bali | Rumah Gapura Candi Bentar

Rumah Adat Baliwww.anakpintar.web.id
Rumah adat gapura candi bentar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bali.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya menyerupai pura dan memiliki gapura di bagian depan rumah. Rumah adat di Bali sangat kental dengan budaya dan agamanya. Berbeda dengan rumah adat yang lainnya di Indonesia. Rumah adat ini masih sangat mudah untuk ditemukan. Itu artinya masyarakat di Bali sangat menjaga harta kebudayaan yang mereka miliki.

18. Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat | Rumah Istana Sultan Sumbawa

Rumah Adat Nusa Tenggara Baratwisatadirektori.com
Rumah adat dalam loka merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah adat ini dibangun oleh suku-suku asli daerah Nusa Tenggara Barat. Diantaranya adalah Suku Sumbawa, Suku Sasak, Suku Dongu, Suku, Dompu.
Pada zaman dahulu rumah adat ini digunakan sebagai istana raja dan ketua adat. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Barat.

19. Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur | Rumah Musalaki

Rumah Adat Nusa Tenggara Timurpenting.website
Rumah adat musalaki merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat musalaki mempunyai kemiripan dengan rumah adat daerah tetangganya, yaitu Nusa Tenggara Barat.
Ciri khas dari rumah adat ini adalah bentuk dan arsitekturnya menyerupai kerucut. Pada zaman dahulu rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal kepala suku dan pembesar adat saja. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan untuk tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Timur.

20. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat | Rumah Istana Kesultanan Pontianak

Rumah Adat Kalimantan Baratwww.indonesiakaya.com
Rumah adat istana kesultanan pontianak merupakan rumah adat yang berasal dari daerah Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak dan arsitektur Suku Dayak yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah.

21. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah | Rumah Betang

Rumah Adat Kalimantan Tengahwww.flickr.com
Rumah adat betang adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Tengah. Rumah ini secara garus besar mempunyai kemiripan dengan rumah panjang.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai ukuran yang sangat besar dan merupakan rumah adat terbesar kedua di Indonesia. Rumah adat ini mampu menampung 150 orang atau 30-35 keluarga.

22. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan | Rumah Banjar Bubungan Tinggi

Rumah Adat Kalimantan Selatanwww.pinterest.com
Rumah adat bubungan tinggi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan. Rumah ini dibangun oleh suku Dayak Selatan yang merupakan suku asli Kalimantan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai struktur bangunan yang tinggi dan kokoh. Rumah adat bubungan tinggi ini lebih mengutamakan kekokohan bangunan daripada daya tampung bangunannya.

23. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur | Rumah Lamin

Rumah Adat Kalimantan Timurwww.kaskus.co.id
Rumah adat lamin merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Kalimantan, yaitu Suku Daya Timur.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen Suku Dayak Timur yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah. Rumah lamin ini juga merupakan rumah adat terbesar di Indonesia.

24. Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara | Rumah Baloy

Rumah Adat Kalimantan Utarafolksofdayak.wordpress.com
Rumah adat baloy merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Utara. Rumah adat baloy terinspirasi dari rumah adat suk tidung yang juga berada di Kalimantan Utara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai arsitektur bangunan yang lebih indah daripada rumat adat lainnya yang ada di Kalimantan. Sehingga rumah adat baloy dijadikan sebagai maskot daerah sekaligus sebagai media menarik wisatawan.

25. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara | Rumah Pewaris

Rumah Adat Sulawesi Utara Rumah Pewaristasik-cyber.blogspot.com
Rumah adat pewaris adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Utara. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Sulawesi Utara, yaitu Suku Minahasa.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk seperti rumah panggung dan memiliki dua tangga pada bagian depan rumahnya. Hampir seluruh bagian rumah ini terbuat dari bahan dasar kayu. Kayu yang digunakan pun bukanlah jenis kayu yang sembarangan.

26. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat | Rumah Mandar

Rumah Adat Sulawesi Barat1000warnaindonesia.blogspot.com
Rumah adat mandar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Barat. Rumah adat ini mempunyai arsitektur bangunan yang mirip dengan bangunan suku bugis dan suku toraja.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki teras yang luas dan mempunyai anak tangga yang jumlahnya ganjil. Selain itu sebagian besar struktur material bangunan berasal dari alam.

27. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah | Rumah Tambi

Rumah Adat Sulawesi Tengahnrmilasari.blogspot.com
Rumah adat tambi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tengah.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk persegi panjang dengan arsitektur rumah panggung. Bahan dasar dalam pembuatan rumah ini menggunakan kayu asli dan juga batu alam. Semakin tinggi dan besar rumah ini maka status sosial sang pemilik semakin tinggi.

28. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara | Rumah Buton Malige

Rumah Adat Sulawesi Tenggarawww.tradisikita.my.id
Rumah adat buton malige merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tenggara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai karakteristik arsitektur yang unik. Rumah adat ini dibangun dengan empat lantai dengan teknik kontruksi kayu kait tanpa pasak dan paku.

29. Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan | Rumah Tongkonan

Rumah Adat Sulawesi Selatanwww.tradisikita.my.id
Rumah adat tongkonan merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai bentuk yang unik pada atapnya. Atap rumah ini berbentuk seperti perahu. Selain itu terdapat hiasan tanduk kerbau di bagian depan rumahnya.

30. Rumah Adat Provinsi Gorontalo | Rumah Dulohupa, Rumah Pewaris

Rumah Adat Gorontalowww.panoramio.com
Rumah adat dolohupa merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Gorontalo.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai atap yang sangat berseni dengan struktur bangunan menyerupai rumah panggung. Sebagian besar bahan dasar bangunan ini adalah menggunakan kayu asli.

31. Rumah Adat Provinsi Maluku | Rumah Baileo

Rumah Adat Malukupecintawisata.wordpress.com
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

32. Rumah Adat Provinsi Maluku Utara | Rumah Baileo

Rumah Adat Malukupecintawisata.wordpress.com
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

33. Rumah Adat Provinsi Papua Barat | Rumah Honai

Rumah Adat Papuatasik-cyber.blogspot.com
Rumah adat honai merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Papua. Rumah ini terbuat dari kayu dan ilalang.
Ciri khas rumah adat ini adalah berukuran minimalis dan sempit. Rumah ini juga tidak memiliki jendela dengan tujuan agar rumah tetap hangat mesti suhu diluar sangat dingin. Ini dikarenakan masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan.

34. Rumah Adat Provinsi Papua | Rumah Honai

Rumah Adat Papuakawulala.blogspot.com
Rumah adat honai merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Papua. Rumah ini terbuat dari kayu dan ilalang.
Ciri khas rumah adat ini adalah berukuran minimalis dan sempit. Rumah ini juga tidak memiliki jendela dengan tujuan agar rumah tetap hangat mesti suhu diluar sangat dingin. Ini dikarenakan masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan.
Itulah penjelasan singkat mengenai nama-nama rumah adat nusantara beserta gambar, penjelasan, dan macamnya. Semoga dapat menambah wawasan kamu tentang rumah adat tradisional Indonesia
.

sumber : https://japanesian.id/rumah-adat-dan-asalnya/