Set instruksi didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram.
Set instruksi (instruction set) biasa disebut juga sebagai sekumpulan lengkap instruksi yang dapat dimengerti oleh sebuah CPU dengan sebuah kamus berisi daftar perintah apa saja yang dapat dilakukan (didukung) oleh sebuah prosesor, dan biasanya terikat dengan sebuah keluarga arsitektur prosesor tertentu.
1. Jenis-Jenis Instruksi
a. Data procecessing: Arithmetic dan Logic Instructions
Data processing adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.
b. Data storage: Memory instructions
Sering disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer, perangkat komputer, dan media perekaman yang mempertahankan data digital yang digunakan untuk beberapa interval waktu. Penyimpanan data komputer menyediakan salah satu tiga fungsi inti dari komputer modern, yakni mempertahankan informasi. Ia merupakan salah satu komponen fundamental yang terdapat di dalam semua komputer modern, dan memiliki keterkaitan dengan mikroprosesor, dan menjadi model komputer yang digunakan semenjak 1940-an.
Dalam penggunaan kontemporer, memori komputer merujuk kepada bentuk media penyimpanan berbahan semikonduktor, yang dikenal dengan sebutan Random Access Memory (RAM), dan kadang-kadang dalam bentuk lainnya yang lebih cepat tapi hanya dapat menyimpan data secara sementara. Akan tetapi, istilah “computer storage” sekarang secara umum merujuk kepada media penyimpanan massal, yang bisa berupa cakram optis, beberapa bentuk media penyimpanan magnetis (seperti halnya hard disk) dan tipe-tipe media penyimpanan lainnya yang lebih lambat ketimbang RAM, tapi memiliki sifat lebih permanen, seperti flash memory.
c. Data Movement: I/O instructions
Proses data movement ini adalah memindahkan (dapat diakatakan membackup juga) data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan lain – lain ketempat baru. Tempat baru ini bisa ke dalam database baru atau memang untuk dibackup saja.
Data movement terdiri dari 2 bagian besar yaitu :
- Load & Upload (difokuskan untuk memindahkan data yang berupa indeks atau data itu sendiri alias isi dari database tersebut)
- Export & Import (memindahkan data secara lengkap, mulai dari grand, schema, dan seluruhnya)
d. Control: Test and branch instructions
Unit kendali (bahasa Inggris: Control Unit – CU) adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut.
Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol (control store). Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk di antaranya adalah register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input/output di luar chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing, dengan CU sebagai pemantaunya (supervisor).
2. Teknik Pengalamatan/ Addresing
Untuk menyimpan data ke dalam memori komputer, tentu memori tersebut diberi identitas (yang disebut dengan alamat/ address) agar ketika data tersebut diperlukan kembali, komputer bisa mendapatkannya sesuai dengan data yang pernah diletakkan di sana.
Untuk media penyimpanan yang bersifat sequential access storage device (SASD) seperti kaset (magnetic tape), alamat tersebut tidak terlalu dipusingkan karena pasti data disimpan secara berurutan (sequential/ consecutive) mulai dari depan hingga ke akhir bagian dari pita kaset. Begitu juga dengan data yang diorganisasi secara sequential, di alamat manapun data disimpan, data akan tetap diakses secara berurutan pula, mulai dari record pertama hingga ke record terakhir.
Lain halnya dengan data yang diorganisasi secara relative yang disimpan di media penyimpanan yang bersifat direct access storage device (DASD), karena data yang akan diraih kembali, dituju langsung ke alamatnya tanpa melalui records lainnya (belum tentu dimulai dari data yang paling awal disimpan), maka alamat memori memegang peranan penting. Untuk itu, di catatan ini akan diterangkan beberapa cara melakukan penempatan data di memori agar kelak dapat diraih kembali dengan tepat, yang diberi judul “Teknik Pengalamatan.”
Teknik pengalamatan ini hampir sudah tidak diperlukan lagi oleh pemakai komputer saat ini karena hampir seluruh software yang beredar di pasaran tidak mengharuskan si pemakai menentukan di alamat mana datanya akan disimpan (semua sudah otomatis dilakukan oleh si software). Jadi, yang kita pelajari adalah bagaimana kira-kira si software tersebut melakukan teknik pengalamatannya, sehingga data yang sudah kita berikan dapat disimpan di alamat memori tertentu dan dapat diambil kembali dengan tepat.
Ada 3 teknik dasar untuk pengalamatan, yaitu:
- Pemetaan langsung (direct mapping) yang terdiri dari dua cara yakni Pengalamatan Mutlak (absolute addressing) dan Pengalamatan relatif (relative addressing)
- Pencarian Tabel (directory look-up)
- Kalkulasi (calculating).
3. Desain Set Intruksi
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah:
- Kelengkapan set instruksi
- Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
- Kompatibilitas: Source Code Compatibility dan Object Code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut:
- Operasi Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan dan berapa sulit operasinya.
- Data Types: Tipe/jenis data yang dapat olah Instruction Format (panjangnya, banyaknya alamat, dsb)
- Register: Banyaknya register yang dapat digunakan
- Addresing: Mode pengalamatan untuk operand
Sumber :
http://dimaswibisono23.blogspot.com/2016/10/arsitektur-set-instruksi.html
Jumat, 08 November 2019
Organisasi Komputer Dasar
Organisasi komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Sebuah komputer moderen/digital dengan program yang tersimpan di dalamnya merupakan sebuah sistem yang memanipulasi dan memproses informasi menurut kumpulan instruksi yang diberikan. Sistem tersebut dirancang dari modul-modul hardware seperti :
1. Register
2. Elemen aritmatika dan logika
3. Unit pengendali
4. Unit memori
5. Unit masukan/keluaran (I/O)
Komputer dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :
1. Unit pengolahan pusat (CPU)
CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU (Aritmathic Logic Unit). Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
• Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
• Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
• Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
• Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika.
• Mengawasi kerja dari ALU.
• Menyimpan hasil proses ke memori utama.
Unit masukan/keluaran (I/O)
Berupa unit yang digunakan sebagai masukan dan keluaran data missal input : mouse, keyboard, scanner dsb. Output : monitor, printer, speaker dsb.
Unit memori
Berperan dalam fungsi penyimpanan data yang diproses baik sementara maupun tetap (permanen). Missal RAM, Register, dan Harddisk.
Sumber :
http://missnuroxfordutomo.blogspot.co.id/2011/04/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html
http://dwihardjoapriyanto.blogspot.co.id/2016/10/organisasi-komputer-dasar.html
http://amirmukhlis06.blogspot.co.id/2016/10/organisasi-komputer-dasar_9.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pemroses_Sentral
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Sebuah komputer moderen/digital dengan program yang tersimpan di dalamnya merupakan sebuah sistem yang memanipulasi dan memproses informasi menurut kumpulan instruksi yang diberikan. Sistem tersebut dirancang dari modul-modul hardware seperti :
1. Register
2. Elemen aritmatika dan logika
3. Unit pengendali
4. Unit memori
5. Unit masukan/keluaran (I/O)
Komputer dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :
1. Unit pengolahan pusat (CPU)
CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU (Aritmathic Logic Unit). Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
• Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
• Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
• Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
• Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika.
• Mengawasi kerja dari ALU.
• Menyimpan hasil proses ke memori utama.
Unit masukan/keluaran (I/O)
Berupa unit yang digunakan sebagai masukan dan keluaran data missal input : mouse, keyboard, scanner dsb. Output : monitor, printer, speaker dsb.
Unit memori
Berperan dalam fungsi penyimpanan data yang diproses baik sementara maupun tetap (permanen). Missal RAM, Register, dan Harddisk.
Sumber :
http://missnuroxfordutomo.blogspot.co.id/2011/04/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html
http://dwihardjoapriyanto.blogspot.co.id/2016/10/organisasi-komputer-dasar.html
http://amirmukhlis06.blogspot.co.id/2016/10/organisasi-komputer-dasar_9.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pemroses_Sentral
Jumat, 11 Oktober 2019
Evolusi Arsitektur Komputer
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer merupakan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras dan lain sebagainya. Beberapa contoh dari arsitektur komputer adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dan lainnya.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Arsitektur komputer mengandung 3 sub-kategori:
· Set instruksi (ISA)
· Arsitektur mikro dari ISA, dan
· Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Evolusi komputer yang ada selama ini didasarkan pada :
§ Peningkatan Processor Speed
§ Penurunan ukuran fisik komponen
§ peningkatan ukuran memori utama
§ peningkatan kapasitas dan kecepatan Input Output (I/O) sistem
Faktor utama yang menentukan pada peningkatan kecepatan proses processor :
§ Jarak antara komponen satu dengan yang lainnya didalam sistem processor yang ada
§ penggunaan teknik pemrosesan data seperti pipelineng dan paralel processing
§ Balancing Performance antar semua komponen dalam computer
EVOLUSI SINGKAT KOMPUTER
Sejarah awal komputer modern dimulai dari project ENIAC (Electronics Numerical Integrator And Computer). dibuat oleh John Mauchly dan Presper Eckert dari Pensylvania untuk keperluan Trajectory tables of weapons pada Army Ballistics Research Laboratory pada tahun 1943. pengoprasian komputer masing menggunakan Desimal, bukan binary.
Pada zaman ENIAC komputer tidak dapat menyimpan data, lalu dilakukan penyempurnaan, penggagasnya adalah Jhon Van Neumann dengan komputernya dikenal dengan sebutan IAS Computer. pada generasi IAS ini dikenal dengan istilah “Stored Programmed Concepts” yang mampu menyimpan data.
Struktur dari IAS :
§ Memory Utama sebagai penyimpan instruksi dan data
§ ALU berfungsi untuk melakukan data Processing dalam format binary data
§ Control Unit berfungsi untuk meng-interprestasikan instruksi mana yang akan menentukan bentuk pemrosesan data
§ Input Output berfungsi untuk mengatur lalu lintas data dengan pengguna / user
“Stored Program Concept” yaitu konsep Arsitektur komputer modern yang terdiri dari 3 prinsip utama :
§ Data dan Instruksi disimpan di suatu lokasi yang disebut Memory
§ Memory di akses berdasarkan “Address” lokasinya
§ Program di eksekusi secara berurutan dari satu instruksi ke instruksi berikutnya.
Analogi Memory Utama :
§ Memory utama adalah tempat untuk menyimpan Opcode dan Operand
§ Memory Utama seperti Filing Cabinet atau Loker
§ Nomor Laci melambangkan alamat memory
§ Jumlah laci melambangkan kapasitas memory utama
§ Besar / kecilnya tiap laci melambangkan kemampuan memory utama dalam menyimpan bit-bit data
Detail dari Arsitektur Komputer IAS :
§ Register : merupakan memori internal processor
§ Accumulator : register utama yang tercepat yang berfungsi untuk data masuk pertama kali dan untuk menyimpan hasil proses dari ALU, jumlahnya 1 untuk setiap ALU
§ Multiplier Quoteint / Temporary Register : register pembantu Accumulator, jumlahnya bervariasi
§ Arithmatic and Logic Unit (ALU) : sebagai unit pemrosesan data yang diproses tergantung dari instruksi
§ Instruction Buffer Register : register penyimpan instruksi sementara
§ Instruction Register : penterjemah / peng-interprestasi instruksi yang masuk
instruksi terdiri dari Opcode dan Operand.
§ Opcode : Operation Code, berupa kombinasi biner sebagai penentu / perintah suatu proses yang akan dilakukan oleh prosesor
§ Operand : berupa data atau variabel yang akan diproses prosesor.
contoh instruksi dengan analogi bahasa JAVA : System.out.print(“ceritama”);
Hubungan Processor, Memory, dan I/O :
Generasi Pertama :
Generasi Kedua :
Generasi Ketiga :
Hal – hal utama yang ingin dicapai dari penggunaan teknologi perangkat keras terkini :
§ Dimensi fisik semakin kecil
§ Daya listrik semakin kecil
§ Multimedia Real time semakin baik
Sumber :
http://intanuralficia.blogspot.com/2017/09/evolusi-arsitektur-komputer.html?m=1
Etika Menulis di Internet
Etika dalam menulis di dunia maya atau internet tergolong pada 3 bagian menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M. S, diantaranya adalah:
1) Deskriptif
Bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu. Cara melukiskan tingkah laku dalam arti luas adalah bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.
2) Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah suatu itu benar atau tidak. Terbagi menjadi 2 macam: Umum dan Khusus
3) Metaetika
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya dengan “Baik” atau “Buruk”.
Penulisan yang baik dan benar di dunia maya atau internet harus memperhatikan tata cara atau aturan yang berlaku, agar penulisan suatu artikel dapat dipahami ataupun dimengerti oleh pembacanya dan tidak menimbulkan SARA (Sosial, Adat, Ras dan Agama).
a.) Mencantumkan sumber atau daftar pustaka
Dalam melakukan penulisan biasanya kita tidak tahu apa yang akan ditulis dalam suatu karya ilmiah. Bagi sebagian orang melihat karya orang lain itu bisa menjadi inspirasi dalam melakukan penulisan. Tetapi kebanyakan dari kita justru disalahgunakan untuk mencontek atau membajak karya pihak lain.
untuk menghindari itu semua, dalam menulis di internet harus mencantumkan sumber tulisan yang akan diambil baik itu dalam bentuk daftar pustaka, karya orang lain yang lebih dahulu di tulis di internet dll. Pembaca akan simpatik jika karya yang kita tulis dapat dibuktikan dengan kebenarannya dengan mencantumkan sumbernya. Agar tulisan yang kita tulis menjadi lebih bermakna dan berwarna
b.) Tidak membajak karya orang lain
Di era zaman yang serba instan ini, banyak dari kita lebih baik membajak karya orang lain dari pada mencari sumber referensi baik dari buku, karya orang lain, sumber-sumber yang terpercaya dll. Karena begitu instannya di era sekarang orang menjadi malas untuk mencarinya karena apa yang kita cari sudah ada di internet dan tinggal mengambil karya orang lain tanpa mencantumkan sumber yang kita ambil. Lebih baik tidak membajak karya orang lain karena itu akan merugikan diri kita sendiri dan tidak ada kepuasan yang kita dapat.
c.) Tidak mengandung unsur SARA
Keanekaragaman suatu bangsa adalah bagaimana bangsa itu bisa saling menghargai dan menghormati suatu adat atau tingkah laku seseorang dalam kehidupan kesehariannya. Begitu juga dalam menulis pada suatu media masa atau internet harus memperhatikan masalah SARA (Sosial, Adat, Ras dan Agama). Hal ini sangatlah penting untuk menjaga kerukunan antar sesama mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Apabila mengabaikan masalah SARA akan menimbulkan suatu hal yang tidak diinginkan karena merasa harga dirinya atau suatu bangsa sudah diremehkan. Media online seperti internet begitu mudah menyebar sehingga bisa diakses oleh berbagai kalangan dengan begitu cepat dan mudahnya. Untuk itu dalam menulis suatu karya harus diperhatikan kata setiap kata agar orang yang membacanya tidak salah mengartikan penulisan anda. Menulis di internet tidak boleh sembarangan harus memperhatikan untung dan rugi pada penulisan anda.
d.) Tidak merugikan pihak lain atau orang lain
Kerukunan antar sesama merupakan hal yang perlu kita jaga dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kerukunan begitu kental sehingga membuat kehidupan ini lebih nyaman, aman dan tenteram. Begitu juga kerukunan di internet harus tetap terjaga, agar tercipta keharmonisan dari berbagai kalangan yang tidak kita kenal. Dalam menulis suatu karya tidak boleh menjelekkan nama orang lain, nama suatu instansi tertentu, produk yang dijual baik didalam online maupun diluar online karena akan mengakibatkan diri anda sendiri yang pastinya akan dikenakan sanksi. Baik sanksi berupa teguran maupun sanksi berupa tindak pidana. Tetaplah menjaga nama baik orang lain, nama instansi, produk yang sedang dijual dll, baik dan buruknya itu urusan mereka jangan pernah ikut campur kalau tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.
e.) Menggunakan tata bahasa yang sopan, baik dan benar
Banyak dari kita yang melupakan suatu tata bahasa yang harus dan wajib diperhatikan dalam suatu tulisan di internet atau bahkan sering terlupakan. Penggunaan bahasa yang sopan sudah jarang digunakan karena sering menggunakan bahasa–bahasa gaul ataupun bahasa singkatan. Kesopanan dalam berbahasa sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu tulisan kita. Baik dan benarnya suatu tulisan tergantung pada penggunaan tata bahasa dan cara menuangkan bahasa tersebut kedalam suatu penulisan agar orang yang membacanya menjadi tertarik serta menjadi nilai tersendiri bagi penulisnya.
f) Menggunakan kata kunci (keyword)
Penggunaan kata kunci (keyword) menjadi penentu dari suatu penulisan di internet. Kata kunci sangatlah penting untuk menandai bahwa itu adalah tulisan yang anda buat sendiri dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dan Tidak boleh menyimpang dari suatu penulisan yang anda buat sendiri karena akan mengakibatkan kesulitan bagi orang lain yang mungkin akan mencari suatu bahan untuk penulisannya yang sesuai dengan kata kunci pada penulisan anda.
g.) Tulisan berisi kondisi yang sebenarnya
Menulis di internet harus menuliskan kondisi sebenarnya yang sedang terjadi pada lingkungan yang kita lihat atau yang kita rasakan sekarang dan tidak mengada–ada dan melebih-lebihkan suatu keadaan yang sebenarnya terjadi ataupun memanipulasi pembaca. Penulis harus jujur dengan tulisannya sendiri dan tidak bohong agar tingkat kepercayaan pembaca yang sudah terbangun tidak menurun atau bahkan luntur terhadap tulisan kita.
h.) Tulisan mudah dimengerti dan dipahami
Dalam menulis berusahalah untuk menampilkan tulisan yang mudah dimengerti, dipahami, dan bisa dijadikan sumber inspirasi bagi pembaca tulisan anda. Untuk itu, gunakan bahasa penulisan yang mudah dimengerti dan dipahami. Sebagai contohnya jangan menggunakan bahasa daerah, mungkin diri kita mengerti tapi orang lain dari berbagai penjuru dunia yang membuka websitenya tidak tahu dan mengerti apa yang dimaksud dari tulisan tersebut. Yang membuat orang lain tidak ingin membacanya karena tidak mengerti makna dari tulisan itu.
i.) Tulisan menarik
Pembaca biasanya melihat tulisan yang kita tulis sebelum membacanya. Seandainya tulisannya menarik maka pembaca akan membacanya dan seandainya tulisan kita tidak menarik pembaca tidak akan membaca karya tulisan kita. Untuk menulis suatu karya tulislah dengan tulisan yang semenarik mungkin yang bisa membuat pembaca tidak akan lari dari tulisan kita.
j.) Memberi inspirasi atau manfaat
Tulisan banyak tidak akan bermakna jika tidak memberi sumber inspirasi atau manfaat bagi pembaca. Lebih baik tulisan sedikit tetapi banyak mengandung makna, sumber inspirasi, dan manfaat bagi pembacanya. Dalam menulis harus diperhatikan manfaat apa yang kita tulis, bukan hanya sekedar menulis belaka yang tidak ada gunanya.
Sumber :
Jumat, 19 April 2019
The Four Industrial Revolutions
The Four Industrial Revolutions
Industrial Revolutions is defined as the changes in manufacturing and transportation that began with fewer things being made by hand but instead made using machines in larger-scale factories.
The First Industrial Revolution – 1765
Following a slow period of proto-industrialization, this first revolution spans from the end of the 18th century to the beginning of the 19th century. It witnessed the emergence of mechanization, a process that replaced agriculture with industry as the foundations of the economic structure of society. Mass extraction of coal along with the invention of the steam engine created a new type of energy that thrusted forward all processes thanks to the development of railroads and the acceleration of economic, human and material exchanges. Other major inventions such as forging and new know-how in metal shaping gradually drew up the blueprints for the first factories and cities as we know them today.
The Second Industrial Revolution – 1870
Nearly a century later at the end of the 19th century, new technological advancements initiated the emergence of a new source of energy: electricity, gas and oil. As a result, the development of the combustion engine set out to use these new resources to their full potential. Furthermore, the steel industry began to develop and grow alongside the exponential demands for steel. Chemical synthesis also developed to bring us synthetic fabric, dyes and fertilizer. Methods of communication were also revolutionized with the invention of the telegraph and the telephone and so were transportation methods with the emergence of the automobile and the plane at the beginning of the 20th century. All these inventions were made possible by centralizing research and capital structured around an economic and industrial model based on new “large factories” and the organizational models of production as envisioned by Taylor and Ford.
The Third Industrial Revolution – 1969
Nearly a century later, in the second half of the 20th century, a third industrial revolution appeared with the emergence of a new type of energy whose potential surpassed its predecessors: nuclear energy. This revolution witnessed the rise of electronics—with the transistor and microprocessor—but also the rise of telecommunications and computers. This new technology led to the production of miniaturized material which would open doors, most notably to space research and biotechnology. For industry, this revolution gave rise to the era of high-level automation in production thanks to two major inventions: automatons—programmable logic controllers (PLCs)—and robots.
The first industrial revolution used water and steam to mechanize production, the second used electric energy to create mass production and the third used electronics and information technology to automate production. Today a fourth industrial revolution is underway which builds upon the third revolution and the digital revolution that has been taking place since the middle of the last century. This fourth revolution with exponential expansion is characterized by merging technology that blurs the lines between the physical, digital and biological spheres to completely uproot industries all over the world. The extent and depth of these changes are a sign of transformations to entire production, management and governance systems.
Impact
The social impact of industrialization was profound. For the first time since the Neolithic Revolution, people worked outside of the local environment of their homes. They arose every morning and traveled to their place of employment. This was most often in a workplace known as a factory. The new machinery of the Industrial Revolution was very large and sometimes required acres of floor space to hold the number of machines needed to keep up with consumer demand.
As in all productive revolutions, skill greatly determined the quality of life. The most important aspect of this new economic order was the fact that the skills needed to succeed were in many ways different from those that had been needed in the earlier economy. Artisans had the easiest time transitioning to the new economic paradigm. The fact that they had highly developed manual skills enabled them to adapt to the new machinery much easier than their agricultural counterparts. This was also the case when it came to dealing with the new, enclosed work environment and strict schedules. The worker from the countryside had over the centuries constructed a cycle of labor that followed the seasons. There were times, especially during planting and harvesting, when he was expected to put in long hours, usually from sunrise to sunset. The term "harvest moon," which today is looked upon as a quaint metaphor for autumn celebrations, was in preindustrial Europe a much-needed astronomical occurrence that allowed the farmer extra time to harvest his crops. In turn, the long winter months were a relatively easy time. The lack of electricity and central heating kept most people in bed ten to twelve hours a day, affording them relief from the busy periods of planting and harvesting.
The Fourth Industrial Revolution
The First Industrial Revolution used water and steam power to mechanize production. The Second used electric power to create mass production. The Third used electronics and information technology to automate production. Now a Fourth Industrial Revolution is building on the Third, the digital revolution that has been occurring since the middle of the last century. It is characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres.
There are three reasons why today’s transformations represent not merely a prolongation of the Third Industrial Revolution but rather the arrival of a Fourth and distinct one: velocity, scope, and systems impact. The speed of current breakthroughs has no historical precedent. When compared with previous industrial revolutions, the Fourth is evolving at an exponential rather than a linear pace. Moreover, it is disrupting almost every industry in every country. And the breadth and depth of these changes herald the transformation of entire systems of production, management, and governance.
The possibilities of billions of people connected by mobile devices, with unprecedented processing power, storage capacity, and access to knowledge, are unlimited. And these possibilities will be multiplied by emerging technology breakthroughs in fields such as artificial intelligence, robotics, the Internet of Things, autonomous vehicles, 3-D printing, nanotechnology, biotechnology, materials science, energy storage, and quantum computing.
Sumber :
https://www.yourdictionary.com/industrial-revolution
http://mukhtarmirakel.blogspot.com/2019/04/the-four-industrial-revolution.html
https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond/
https://www.salesforce.com/blog/2018/12/what-is-the-fourth-industrial-revolution-4IR.html
Industrial Revolutions is defined as the changes in manufacturing and transportation that began with fewer things being made by hand but instead made using machines in larger-scale factories.
The First Industrial Revolution – 1765
Following a slow period of proto-industrialization, this first revolution spans from the end of the 18th century to the beginning of the 19th century. It witnessed the emergence of mechanization, a process that replaced agriculture with industry as the foundations of the economic structure of society. Mass extraction of coal along with the invention of the steam engine created a new type of energy that thrusted forward all processes thanks to the development of railroads and the acceleration of economic, human and material exchanges. Other major inventions such as forging and new know-how in metal shaping gradually drew up the blueprints for the first factories and cities as we know them today.
The Second Industrial Revolution – 1870
Nearly a century later at the end of the 19th century, new technological advancements initiated the emergence of a new source of energy: electricity, gas and oil. As a result, the development of the combustion engine set out to use these new resources to their full potential. Furthermore, the steel industry began to develop and grow alongside the exponential demands for steel. Chemical synthesis also developed to bring us synthetic fabric, dyes and fertilizer. Methods of communication were also revolutionized with the invention of the telegraph and the telephone and so were transportation methods with the emergence of the automobile and the plane at the beginning of the 20th century. All these inventions were made possible by centralizing research and capital structured around an economic and industrial model based on new “large factories” and the organizational models of production as envisioned by Taylor and Ford.
The Third Industrial Revolution – 1969
Nearly a century later, in the second half of the 20th century, a third industrial revolution appeared with the emergence of a new type of energy whose potential surpassed its predecessors: nuclear energy. This revolution witnessed the rise of electronics—with the transistor and microprocessor—but also the rise of telecommunications and computers. This new technology led to the production of miniaturized material which would open doors, most notably to space research and biotechnology. For industry, this revolution gave rise to the era of high-level automation in production thanks to two major inventions: automatons—programmable logic controllers (PLCs)—and robots.
The first industrial revolution used water and steam to mechanize production, the second used electric energy to create mass production and the third used electronics and information technology to automate production. Today a fourth industrial revolution is underway which builds upon the third revolution and the digital revolution that has been taking place since the middle of the last century. This fourth revolution with exponential expansion is characterized by merging technology that blurs the lines between the physical, digital and biological spheres to completely uproot industries all over the world. The extent and depth of these changes are a sign of transformations to entire production, management and governance systems.
Impact
The social impact of industrialization was profound. For the first time since the Neolithic Revolution, people worked outside of the local environment of their homes. They arose every morning and traveled to their place of employment. This was most often in a workplace known as a factory. The new machinery of the Industrial Revolution was very large and sometimes required acres of floor space to hold the number of machines needed to keep up with consumer demand.
As in all productive revolutions, skill greatly determined the quality of life. The most important aspect of this new economic order was the fact that the skills needed to succeed were in many ways different from those that had been needed in the earlier economy. Artisans had the easiest time transitioning to the new economic paradigm. The fact that they had highly developed manual skills enabled them to adapt to the new machinery much easier than their agricultural counterparts. This was also the case when it came to dealing with the new, enclosed work environment and strict schedules. The worker from the countryside had over the centuries constructed a cycle of labor that followed the seasons. There were times, especially during planting and harvesting, when he was expected to put in long hours, usually from sunrise to sunset. The term "harvest moon," which today is looked upon as a quaint metaphor for autumn celebrations, was in preindustrial Europe a much-needed astronomical occurrence that allowed the farmer extra time to harvest his crops. In turn, the long winter months were a relatively easy time. The lack of electricity and central heating kept most people in bed ten to twelve hours a day, affording them relief from the busy periods of planting and harvesting.
The Fourth Industrial Revolution
The First Industrial Revolution used water and steam power to mechanize production. The Second used electric power to create mass production. The Third used electronics and information technology to automate production. Now a Fourth Industrial Revolution is building on the Third, the digital revolution that has been occurring since the middle of the last century. It is characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres.
There are three reasons why today’s transformations represent not merely a prolongation of the Third Industrial Revolution but rather the arrival of a Fourth and distinct one: velocity, scope, and systems impact. The speed of current breakthroughs has no historical precedent. When compared with previous industrial revolutions, the Fourth is evolving at an exponential rather than a linear pace. Moreover, it is disrupting almost every industry in every country. And the breadth and depth of these changes herald the transformation of entire systems of production, management, and governance.
The possibilities of billions of people connected by mobile devices, with unprecedented processing power, storage capacity, and access to knowledge, are unlimited. And these possibilities will be multiplied by emerging technology breakthroughs in fields such as artificial intelligence, robotics, the Internet of Things, autonomous vehicles, 3-D printing, nanotechnology, biotechnology, materials science, energy storage, and quantum computing.
Sumber :
https://www.yourdictionary.com/industrial-revolution
http://mukhtarmirakel.blogspot.com/2019/04/the-four-industrial-revolution.html
https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond/
https://www.salesforce.com/blog/2018/12/what-is-the-fourth-industrial-revolution-4IR.html
Langganan:
Postingan (Atom)





